Jaman Kaliyuga Apa Itu?

Om Swastiastu:
Semoga Sang Penguasa semesta ini mengampuni segala keikhlapan saya, sebab saya menulis ini hanya atas dasar rasa keterpanggilan untuk ikut juga nimbrug pendapat tentang “JAMAN KALIYUGA”. Karena hampir setiap saat ada yang mendiskusikannya, dan tidak jarang pula ada yang menjadikan kambing hitam.

Misalnya; Seseorang melihat tingkah laku orang beda dengan jaman yang mereka alami terdahulu, maka mereka mengatakan “…yah sekarang jaman kali, memang begitu”. ada pula orang tua membiarkan prilaku anaknya yang sudah kelihatan menyimpang dari tatakrama sosial karena mereka menganggap jaman sekarang anak-anak harus begitu. saya punya teman yang pada mulanya dia sama sekali tidak bisa minum alkohol, dan sekarang mereka menjadi pemabuk berat.

Pada suatu ketika saya bertemu dengan dia disuatu tempat, lalu saya bertanya, tentang dia sekarang menjadi pemabuk, lalu dia menjawab dengan sangat enteng sekali begini jawabannya; Pada mulanya saya merasa malu, dan selanjutnya merasa kecewa karena sering diejek oleh teman-teman sebaya saya bahwa saya dikatakan ketinggalan jaman, dan saya dikatakan manusia dijaman pis bolong (jaman uang kepeng). Banyak lagi ejekan yang saya dapati sejenis itu bahkan ada yang lebih keras sampai menyinggung perasaan yang paling mendalam. Nah disitulah saya ingin mencoba, dan ingin pula memperlihatan kejantanan saya didepan mereka.

Selanjutnya saya menjadi ketagihan seperti sekarang. ” Memang sekarang jaman kali yuga”. Begitu ringkasnya cerita dia ke saya. Dan pernah pula saya ikut nimbrug ngobrol sebelum acara resmi yang saya ikuti dimulai. Beberapa teman yang termasuk orang-orang berilmu berdiskusi tentang jaman kali, sehingga terjadi dua pendapat yang berbeda antara lain: yang satu mengatakan jaman kali itu adalah ciptaan Tuhan sehingga manusia tidak salah mengikuti kehendak Tuhan.

Yang satu lagi berpendapat bahwa jaman kali itu adalah bikinan manusia. dan masing-masing memiliki argumentasi yang kelihatannya sangat cocok atau sangat mendukung pendapat mereka. sehingga pada akhirnya diskusi semakin tegang. Saat itulah saya masuk mengajukan pendapat seperti ini; Memang jaman kali itu adalah ciptaan Tuhan, sebab segalanya di alam semesta ini adalah ciptaan Beliau termasuk jaman kali.

Kalau boleh saya andaikan atau carikan contoh yang tujuannya lebih jelas apa yang saya maksudnya, adalah seperti ini; Andaikata jaman itu saya andaikan seperti sebuah bangunan yang diciptakan oleh Tuhan memiliki empat kamar antara lain,

1. kamar tidur ( jaman kertha ).
2. Kamar istirahat ( jaman tritha ).
3. kamar makan ( dwapara ). dan
4. Toilet ( jaman kali ).

dan Tuhan telah memberikan petunjuk dengan jelas dan gamblang tentang tatacara dan kegunaan dari masing-masing kamar itu, untuk kita mendapatkan kebahagiaan. sebab semua kamar itu diciptakan untuk manusia agar mereka mendapatkan kebahagiaan hidup.

Tetapi bila ada manusia yang tidak membaca, mungkin ada yang membaca tetapi tidak mau mengerti apalagi hanya sebatas teori saja dari petunjuk Tuhan itu, maka mereka akan buta tentang penggunaan dari masing-masing kamar tersebut. Sehingga banyak diantara mereka yang salah masuk kamar. ada yang perutnya lapar, masuk kamar toilet, ada yang ngantuk masuk ke kamar makan, sehingga keadaannya semakin semerawut. Kesemerawutan inilah yang dilakukan atau dibuat oleh manusia itu sendiri.

Maksud saya; jaman kali itu adalah ciptaan Tuhan dengan kemaha penciptaanNya, namun yang mebawa manusia itu salah masuk kamar adalah prilaku manusia itu sendiri, yang tidak mau atau tidak yakin dengan peraturan penggunaan kamar yang di berikan oleh Tuhan. jadi jangan menyalahkan Tuhan, salahkanlah diri kita sendiri. kenyataannya; Tuhan menciptakan alkohol itu ada gunanya untuk manusia, misalnya untuk obat mual dengan dosis tertentu, tetapi alkohol itu bukan minuman untuk menghilangkan haus. kita sudah tau Tuhan sudah memberi petunjuk; kalau kamu haus minumlah air, maka haus kamu akan hilang. seperti contoh tersebut di atas tadi, semestinya mereka yang merasa lapar harus masuk ke kamar makan dan disitu lalu makan, tetapi mereka yang sudah tau dirinya lapar mereka masuk ke toilet lalu minum air closet, siapa yang salah dan siapa yang menyuruh, Tuhan……..? tidaaak! yang nyuruh adalah diri mereka sendiri.

Bila dari masing – masing kita mau membaca petunjuk Tuhan dan dari masing-masing kita mau mentaati, maka semua mereka yang masuk kamar mana saja pasti mendapatkan kebahagiaan. Bagi mereka yang perutnya sakit ingin buang air besar, lalu mereka masuk toilet dan buang air besar sepuasnya, maka setelah itu mereka mendapatkan kebahagiaan yang tak terhingga. Sebentarnya lagi mereka merasa sengsara karena perutnya lapar, lalu mereka masuk kamar makan dan makan sepuasnya akhirnya mereka akan bahagia, sebentarnya lagi mereka merasakan sengsangra karena ingin tau warta berita, lalu mereka masuk ke kamar istirahat, lalu nonton TV melihat dan mendengar berita setelah itu mereka akan bahagia, selanjutnya mereka merasa tersiksa karena ngantuk, lalu mereka masuk kamar tidur terus tidur, selanjutnya mereka akan bahagia.

Jika kita salah memanfaatkan salah satu kamar tersebut, itulah yang disebut mereka mengalami jaman kali. Yang membikin merka mengalami jaman kali adalah ulah mereka sendiri, karena merka tidak mau, tidak yakin dengan apa petunujuk yang diberikan oleh Tuhan, dalam hal ini jelas ajaran Agama atau ajaran Ketuhanan.

Kalau kita ingin menikmati kebahagiaan bersama marilah kita SADAR akan diri kita dengan pertanyaan yang patut kita jawab sendiri yaitu;

1. SIAPA DIRIMU INI?
2. UNTUK APA KAU ADA DISINI?
3. APA YANG KAU BAWA KESINI?
4. SETELAH DISINI KAU MAU KEMANA?
5. APA YANG BISA BAWA KESANA.

Selanjutnya tingkatkan keyakinan kita terhadap keberadaan Tuhan, dengan cara mentaati segala petunjuknya dan menjauhi larangannya, taingkatkan cinta kita sesama manusia tidak pandang bulu, siapa mereka, dari mana mereka. dan selalu meningkatkan kasih sayang kita terhadap alam lingkungan, dengan cara pelihara, tata, dan manfaatkan serta lestarikan lingkungan kita sebaik-baiknya. kalu tidak kita yang melakukan itu untuk diri kita masing-masing, SIAPA LAGI ???.

Saya pernah membaca kalimat yang amat indah seperti ini: MANUSIA SELAIN DIBERIKAN KEMAMPUAN BERPIKIR OLEH TUHAN, MEREKA JUGA DIBERIKAN 2 HAK LAGI YANG TIDAK DIDAPATI OLEH MAKHLUK TUHAN YANG LAINNYA YAITU; HANYA MANUSIA YANG MAMPU MENOLONG DIRINYA DARI JERATAN NERAKA. DAN HANYA MANUSIA YANG MAMPU MENJADIKAN DIRI MEREKA, MAU JADI APA? oleh karena itu, marilah manfaatkan anugrah Tuhan itu untuk diri kita guna mencapai tujuan hidup ini yang sebenarnya.

Dari mana kita mulai.? mungkin ada timbul pertanyaan seperti. Dengan sendirinya pertanyaan itu kita harus jawab dengan kalimat: “MULAILAH DARI DIRI KITA SENDIRI”.

Demikianlah uraian singkat ini semoga ada manfaatnya untuk mencapai kebahagiaan bersama, sesama ciptaan Tuhan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Tag Cloud